News & Update

Tantangan Mens Biore, Battle Against Iko Uwais

Tantangan Mens Biore, Battle Against Iko Uwais

Monday, 18 February 2013

Sebagai lanjutan dari games “Battle Agaist Iko Uwais” yang telah diadakan sebelumnya di Fanpage Men’s World, pada Sabtu, 22 Desember 2012 lalu, para peserta yang berhasil meraih score tertinggi di games “Battle Against Iko Uwais” berkesempatan untuk bermian Airsoft Gun langsung dengan Iko Uwais di arena Poins Square, Basement 3 floor, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Para peserta yang beruntung ini, berjumlah delapan orang dan berasal dari berbagai daerah lho, Bro. Mereka adalah Jefri Karsoni dari Palembang, Hasnul Ikhwan dari Padang, Arifin Budiman dari Bekasi, Muhammad Rifqi dari Makassar, Ari Adi Sasmita dari Boyolali, Ashar Yatrinto Putro dari Yogyakarta, Kharis Fahmi Azhar dari Bali dan Andhika Ahidarma dari Yogyakarta. Sebenarnya, masih ada dua peserta lagi yang beruntung, namun keduanya berhalangan untuk hadir mengikuti kegitan onground Men’s Biore ini. Yuk, Bro, kita lihat serunya mereka bermain Airsoft Gun bareng Iko Uwais selama satu hari penuh.

Para peserta yang semalam sebelumnya telah berada di Hotel Harris, Tebet, dijemput oleh tim Men’s Biore pada jam 07.30 untuk berkumpul di Poins Square. Sambil menunggu kedatangan Iko Uwais, mereka berfoto bersama dan ngobrol bareng tim Biore dan juga tim Stars Airsoft Gun Community yang nantinya akan mengawal mereka selama permainan berlangsung.

Tak lama kemudian, Iko Uwais pun datang. Tim Stars Airsoft Gun pun mulai meyiapkan peralatan dan unit Airsoft Gun untuk dipakai oleh kedelapan peserta. Setelah siap, para peserta pun dipanggil ke dalam ruangan untuk di brief. Tapi sebelumnya, para peserta juga disuguhi cerita pengalaman sang aktor laga Iko Uwais dalam bermain Airsof Gun. Eits, selain ada Iko, hadir pula Bang Yayan Ruhian yang ikut meramaikan acara ini agar tambah seru!

Mengingat mereka adalah pemain awal, dalam Airsoft Gun, peserta pun dijelaskan mengenai apa itu Airsoft Gun, tips aman bermain serta hal-hal yang dilarang saat bermain Airsoft Gun. Pada dasarnya, Airsoft Gun merupakan mainan replika senjata yang mempunyai ukuran hampir sama dengan aslinya dan dalam berbagai jenis mulai dari M-4, AK hingga pistol. Peluru yang digunakan yaitu berbahan plastik bulat dan biasa disebut BB.

Nah, dalam bermain Airsoft ada beberapa hal yang dilarang dan hanya boleh dioperasikan di tempat-tempat khusus untuk menhindari salah pengertian bagi orang-orang yang melihat/menonton yang mungkin mengira bahwa airsoft tersebut adalah senjata asli. Jadi kalau mau main, jangan sekali-kali memperlihatkannya di tempat parkir, sekolah, jalan umum, lapangan olahraga, pusat perbelanjaan atau tempat lain yang membuat orang lain mengira bahwa itu adalah senjata asli. Kalau tidak, bisa juga lho kena penindakan tegas secara hukum oleh pihak bewajib.

Biar aman nih Bro, ada juga beberapa tips keamanan Airsoft Gun seperti: memperlakukan unit dengan menganggapnya selalu terisi dengan peluru BB, tidak menggerakkan ujung laras unit kepada benda atau apapun secara sembarangan, meyakinkan target sebelum membidik, finger safety (selalu meletakkan tangan di luar trigger sampai benar-benar siap untuk menembak), tidak meninggalkan unit di tempat terbuka yang bisa saja membuat orang awam menganggapnya senjata asli, atau mengoperasikan unit tanpa pelindung mata khusus, masker muka, mouthpiece (pelindung mulut), serta rompi pengaman.

Setelah dijelaskan, para peserta pun dipersilahkan untuk berganti pakaian khusus Airsoft dan berfoto bersama Iko dan juga Bang Yayan. Agar para peserta tidak bermain asal-asalan, mereka juga di briefing mengenai cara menembak yang benar dan tepat sasaran serta bagaimana sistem dasar menggunakan unit Airsoft Gun, Bro. Mulai dari cara memakai, memegang unit dengan benar hingga bagaimana mengisi peluru BB. Dalam permainan ini, unit yang akan digunakan ada dua yaitu jenis M4 dan AK. Tidak ketinggalan, agar permainan berlangsung aman, dijelaskan juga elemen pengaman seperti masker yang menutup semua wajah serta rompi anti peluru.

Kemudian, peserta diajak untuk mencoba langsung untuk memainkannya agar tidak penasaran. Mereka satu per satu bergantian untuk melakukan percobaan live untuk melatih tangan mereka agar terbiasa dan terampil mengunakan unit airsoft. Meskipun para peserta awalnya masih merasa kesulitan, mereka sangat antusias menembaki target di ruang percobaan. Salah satu peserta, Ari Adi Sasmita asal Boyolali mengungkapkan, “Ini baru kali pertama saya main Airsoft Gun. Asyik banget kaya main game Battlefield sungguhan. Jadi saya seprti mempraktekkan game yang sering saya mainkan itu.” ujarnya antusias.

Sedangkan Arifin, salah satu peserta termuda asal Bekasi yang masih duduk di bangku kulaih jurusan Teknik Mesin ini mengaku sebelumnya belum pernah bermain Airsoft Gun ini juga sama mengungkapkan ketertarikannya. “Tapi pegel rasanya, kalau pas main game di computer jarinya yang pegel, ini satu tangan pegel semua,” katanya.

Kharis Fahmi, salah satu peserta asal Bali yang rela menempuh perjalanannya jauh-jauh ke Jakarta ini berharap lewat acara ini ia bisa mencari pengalaman dalam bermain arisoft gun. “Saya suka film-film laga. Daripada saya cuman liat doang di layar dan nggak pernah ngrasain sendiri, pas ini ada kesempatan kenapa nggak dicoba aja,” katanya, yang saat memainkan game battle Iko Uwais mengaku bergantian dengan kakaknya agar poinnya tetap tinggi.

Setelah semua peserta melakukan percobaan penembakan live, para peserta mulai mempersiapkan untuk mulai bermain dan memasuki arena Airsoft. Mereka terbagi menjadi dua tim. Yaitu tim pertama yang dipimpin oleh Iko Uwais, dan tim kedua yang dipimpin langsung oleh Bang Yayan. Permainan pemanasan ini mengharuskan mereka merebut markas lawan di dalam arena. Mereka dipersilahkan untuk mengatur strategi bagaimana cara mereka agar bisa mencapai markas lawan. Jika salah satu ada yang sudah berhasil menduduki markas lawan, mereka diharuskan untuk memencet sirine dan dinyatakan sebagai pemenangnya.

Dan, permainan pertama pun berlangsung cukup singkat tanpa perlawanan sengit dan dimenangkan oleh tim yang dipimpin Bang Yayan. Markas berhasil dikuasai oleh peserta dari Boyolali, Ari Adi. Merasa kurang greget, permainan kedua pun dilakukan dengan strategi yang benar-benar matang dan kemudian berlangsung dengan seru dan sengit. Satu per satu peserta pun tertembak dan keluar arena hingga menyisakan dua peserta di masing-masing kubu pada akhirnya menghasilkan skor seri karena keduanya sudah dalam posisi dekat dan tidak diperbolehkan menembak satu dengan yang lain. Permainan pun dilanjutkan hingga tiga babak dengan seru hingga pada akhirnya permainan pun menghasilkan skor 2-1  untuk tim Iko Uwais.

Salah satu peserta dari Yogyakarta, Andhika, mengaku permainan di dalam arena yang dilakukannya bersama para pemenang Battle Against Iko Uwais berlangsung seru.  Sama halnya yang diungkapkan oleh Asar, peserta dari Yogyakarta yang mengaku membutuhkan koordinasi dan strategi yang matang bersama tim nya untuk bisa memenangkan game di babak sebelumnya

“Kalau dibandingin sama permianan yang di komputer ya seruan yang aslinya kaya gini sih” kata Jeffri, peserta dari Palembang yang masih kuliah jurusan Kedokteran ini. Ditanya mengenai keikutsertaanya, peserta yang juga memenangkan Photo Competition Men’s Biore ini juga mengaku berangkat ke Jakarta dengan niatan tidak berambisi untuk menjadi pemenang, namun sekedar main dan sekalian berlibur di tengah kesibkannya menjadi mahasiswa.

Tidak hanya Bali, Palembang dan Yogyakarta, peserta pun ada yang datang jauh-jauh dari Makasar. Rifqi, yang datang dengan pesawat mengaku permianan yang baru saja ia ikuti ini seru, macho dan cowok banget. “Terakhir saya memainkan games di computer kurang lebih lima setengah jam untuk bisa menaikkan dan mendapat skor tinggi. Nonstop. Makanya saat bermain saya harus senyaman mungkin.” Katanya yang sengaja menyediakan sereal dan minuman disampingnya.

“Kemudian tidak lupa saya juga mandi dan cuci muka dengan Biore Double Scrub agar badan dan wajah fresh,” katanya bersemangat. Ditanya mengenai bagaimana jika ia tidak memenangkan permainan ini ia mengaku tidak masalah dan beruntung sudah bisa ikut ke Jakarta dan punya pengalaman yang tidak semua orang miliki.

Tak terasa jam makan siang pun tiba. Para peserta dan Iko Uwais pun makan bersama. Seperti tak ingin menyia-nyiakan waktu bersama dengan para peserta, sambil menunggu permianan selanjutnya dipersiapkan oleh para tim Stars Airsoft Gun, Iko Uwais dan Bang Yayan mengadakan sharing session bersama peserta. Mereka menceritakan bagaimana sepak terjang mereka selama ini saat melakukan syuting film laga. Tidak hanya para peserta yang mendengarkan dengan antusias, bang Yayan dan Iko pun bercerita antusias dengan memeragakan gerakan-gerakan saat mereka syuting dan adegan tersebut yang harus diambil hingga puluhan kali dan membuat cidera di tubuh mereka.

Setelah sharing session, peserta dikumpulkan kembali untuk mengikuti permainan akhir yang nantinya akan menentukan siapa pemenangnya. Di dalam ruangan briefing, para peserta mendengarkan dengan seksama dan serius penjelasan dari para instruktur Airsoft Gun. Permainan terakhir mereka ini mengharukan para peserta untuk menembak papan-papan yang disebar dalam arena. Papan tersebut berlaku sebagai sasaran tembak atau target yang harus mereka eliminasi. Diantara para target, terdapat juga target sandera yang jika merka tembak bisa mengurangi poin mereka.

Di dalam permainan yang dinamakan “Kill House Competition” ini, skor tertinggi akan dinilai berdasarkan nilai tembakan mengenai target serta waktu mereka saat mengeliminasi target secara keseluruhan. Bukan hanya soal kecepatan, dalam permainan ini mereka juga dituntut untuk memainkan strategi agar waktu dan ketepatan dalam menembak mereka tepat. Agar penilaian fair, para peserta diperlihatkan hasil tembakan ke target mereka. Setelah semua peserta selesai melakukan sesi terakhir, sambil menunggu skor terakhir, para peserta, Iko Uwais dan bang Yayan pun kembali ke arena permainan untuk menerima tantangan melawan Stars Airsoft Gun Community. Berlangsung seru, permainan pun berlangsung dengan sengit. Seperti yang diduga, permainan ini pun pada akhirnya dimenangkan oleh tim Stars Airsoft Gun Community.

Setelah permainan usai, hasil para peserta dalam Kill House Competition pun dihitung dan diumumkan. Sebenarnya untuk tiga waktu tercepat diraih oleh Hasnul, Ashar dan Kharis. Namun, ketepatan mereka menembak ternyata masih kurang dan akhirnya menghasilkan Kharis sebagai juara 1 dengan skor total 148, disusul Jefri di peringkat kedua dengan skor beda tipis yaitu 147 dan ketiga dimenangkan oleh Hasnul dengan skor 143. Mereka pun masing-masing mendapatkan hadiah sebesar 5 juta, 3 juta dan 1 juta serta goodie bag dari Men’s Biore.

Eits, tidak hanya tiga pemenang utama saja, Bro yang mendapatkan oleh-oleh dari Men’s Biore. Semua peserta pun mendapatkan hadiah hiburan sebesar Rp500.000 serta goodie bag dari Men’s Biore. Kharis yang keluar sebagai juara pertama mengaku senang dan excited. “Saya nggak nyangka, nggak nyesel saya ikutan acara ini,” katanya sambil tertwa gembira. Ditanya mengenai strategi khusus, ia mengungkapkan tidak hanya mental yang dibutuhkan, tapi juga harus memperhitungkan kecepatan gerakan larinya. Congratulation, Bro!

Dari pihak Men’s Biore selaku Category Manager Skin Care, Diana L. Laksmono, mengatakan tujuan dari penyelengaraan kegiatan ini adalah untuk membangun keterikatan antara Men’s Biore itu sendiri dengan para pengguna Men’s Biore. Dari situ dibuatlah kegiatan yang mewakili kesukaan para pria yang di lihat lebih banyak bermain di media digital lewat game online, salah satunya tembak-tembakan yang kemudian diwujudkan dengan pemaianan Airsoft Gun yang memang tidak terlepas dengan karakter Mens Biore.

“Karena cowok Biore adalah yang kental sisi kemaskulinitasnya, penuh tantangan tapi tetap memperhatikan kulit mereka agar senantiasa sehat dan bersih,” lanjutnya. Ia berharap melalui kegiatan ini peserta merasa tertantang untuk melawan Iko Uwais yang notabene adalah salah satu aktor laga terbaik di Indonesia. Dia berharap para peserta punya pengalaman berbeda dalam hidupnya dan mereka bisa jadi apa yang mereka mau.

Setelah pembagian hadiah, para peserta pun diajak untuk makan malam bersama Iko Uwais, Bang Yayan, Tin Stars Airsoft Gun Community, serta Tim Biore. Sebelumnya mereka berganti kaos Men’s Biore dan mencuci muka dengan Mens Biore agar kembali segar dan bersih. Setelah puas menyantap makan malam yang berlangsung dengan hangat dan akrab, para peserta pun bersiap untuk kembali ke hotel. Thank you Men’s Biore untuk pengalaman seru yang menyenangkan ini! Untuk kamu semua yang ingin seperti mereka, pastikan follow @IDMensBiore dan juga www.facebook.com/men’sworld untuk kompetisi dan kegiatan seru lainnya.